PENYUSUNAN STANDARD DIAGNOSIS DAN TERAPI FISIK UNTUK ISCHIALGIA DAN LOW BACK PAIN

adsense 336x280 Dilatar belakangi oleh meningkatnya kasus ischialgia maupun low back
pain di Klinik Terapi Fisik dan belum standardnya diagnosis maupun terapi yang
diterapkan, maka dilakukan suatu penyusunan standard diagnosis maupun terapi
untuk kedua kasus tersebut dalam kerangka penelitian.
 Penelitian dirancang menggunakan rancangan penelitian tindakan (action
research) yang terdiri atas dua siklus. Siklus pertama lebih di titik beratkan untuk
menyusun butir tes standard, dan merancang cara dan urutan manipulative
therapy bagi kedua kasus. Siklus kedua digunakan untuk mengujicoba terutama
pada efek manipulative therapy dalam menurunkan rasa nyeri.
 Hasil penelitian berupa susunan butir tes diagnostik standard baik untuk
ischialgia maupun low back pain dengan masing-masing terdiri atas lima butir.
Demikian juga tersusun cara dan urutan manipulative therapy standard untuk
ischialgia dan low back pain dengan posisi tidur terlentang, tengkurap, dan
duduk.

Apa itu Ischialgia
Ischialgia merupakan sindrom (kumpulan gejala) nyeri di panggul akibat tertekannya saraf ischiadicus. Penjalaran nyeri sampai ke kaki sehingga melemahkan fungsi kaki baik unutk berdiri maupun untuk berjalan. Low back pain merupakan sindrom nyeri yang terjadi di tulang punggung bagian bawah akibat tertekannya radiks nervi spinalis. Penjalaran nyeri sampai ke kedua kaki sehingga sampai melemahkan fungsi kaki. Kasus ischialgia dan low back pain di masyarakat karena perubahan perilaku masyarakat dalam gerak sehari-hari. Gerakan yang sering menjaadi pemicu misalnya membungkuk dan hentakan dalam posisi duduk, dan pemakaian sepatu hak tinggi pada wanita. Hal ini tidak lepas dari kemajuan teknologi yang terjadi di negara industri yang merambah ke semua negara di dunia.

Tinjauan
Ischialgia dan Low Back Pain Soemarmo Markam (1982) mendefinisikan ischialgia sebagai gejala nyeri yang timbul akibat perangsangan nervus ischiadicus. Low back pain merupakan gejala nyeri akibat perangsangan medulla spinalis atau radiks nervi spinalis pada segmen lumbal IV, V, dan Sacral I. Rangsangan ini disebabkan oleh penonjolan nucleus pulposus pada keadaan hernia. Pada keadaan ini timbul rasa nyeri dan kesemutan sepanjang cabang saraf yang tertekan. Kamus Kedokteran (1983) mendefinisikan ischias sebagai sengan pangkal paha atau nyeri di daerah pangkal paha (nervus ischiadicus). Mahar Mardjono dan Priguna Sidharta (1978) mendefinisikan ischialgia sebagai nyeri yang berpangkal pada daerah lumbosakralis yang menjalar ke pantat dan selanjutnya ke bagian posterolateral tungkai atas, bagian lateral tungkai bawah, serta bagian lateral kaki. Menurut atlas Sobotta 91985) nervus ischiadicus terletak antara musculus piriformis dan musculus obturatorius internus. Orang awam sering menyebutnya 5 dengan pantat bagian tengah dan samping. Pada individu yang aktif berjalan, sendi yang banyak mendapatkan pembebanan adalah sendi panggul, sehingga aliran darah banyak terkonsentrasi pada daerah tersebut. Aliran darah diperbanyak dengan maksud menyediakan oksigen agar produksi energi dapat berjalan lancar, namun aliran tersebut justru menyebabkan bengkak. Pembengkakan juga disebabkan oleh menumpuknya hasil sisa metabolisme (myogelosis). Karena musculus piriformis dan musculus obturatorius internus membengkak maka nervus ischiadicus akan terjepit. Nervus ischiadicus merupakan saraf motoris perifer yang apabila terganggu akan terjadi gejala kelumpuhan atau kelemahan pada otot yang dipersarafinya. Kelemahan tersebut bersifat lemas (flaksid) atau menurunnya tonus otot (hipotoni atau bahkan atoni). Refleks otot juga akan menghilang. Nervus ischiadicus juga mengandung serabut sensorik dari radiks dorsalis Lumbal IV sampai dengan Sakral III. Bagian distalnya bercabang dua yaitu nervus tibialis dan nervus peroneus komunis. Permukaan anteroeksternal dari tungkai bawah dan dorsum pedis merupakan kawasan nervus peroneus, sedangkan telapak kaki, tumit, dan permukaan tepi luar kaki termasuk kawasan sensorik nervus tibialis. Nyeri tekan sepanjang perjalanan nervus ischiadicus dapat ditimbulkan pada ischialgia akibat Hernia Nucleus Pulposus (HNP), artritis sakroiliaka, koksitis, dan neuritis primer nervus ischiadicus. Nyeri radikuler HNP disebabkan oleh menonjolnya nucleus pulposus ke dalam kanalis vetebralis akibat proses degeneratif dari anulus fibrosus atau ligamentum flavum. Keadaan tersebut disebabkan oleh adanya gaya yang 6 menekan pada discus intervertebralis yang dapat terjadi sewaktu mengangkat barang berat, jatuh terpelanting, atau ayunan kepala (whip lash). HNP lebih sering terjadi pada daerah lumbal bawah daripada cervical. Pada lumbal bawah antara L4-L5 dan S1, serta korpus lumbalis terbawah. Tempat penonjolan nucleus pulposus bervariasi. Karena itu radiks dorsalis dapat tertekan dari samping, dari medial atau posterior. Manifestasi dari gangguan radiks bervariasi pula antara nyeri radikuler, paraesthesia, atau hipesthesia radikuler. Penekanan terhadap radiks dorsalis yang masih utuh dan berfungsi baik mengakibatkan timbulnya nyeri radikuler. Jika penekanan sudah menimbulkan pembengkakan radiks dorsalis, bahkan kerusakan struktural yang lebih berat, maka gejala yang timbul adalah hipethesia atau anaesthesia radikuler. Diagnosa banding dari berbagai macam ischialgia didasarkan terutama pada anamnesa. Pada umumnya ischialgia karena HNP timbul setelah beberapa lama menderita low back pain. Sakit pinggang sering dihubungkan dengan trauma seperti mengangkat benda berat atau jatuh terpeleset. Jika sebab dari ischialgia itu arthritis sakroiliaka, maka faktor beban berlebihan pada permukaan vertebra mudah ditemukan, seperti misalnya penderita yang sedang hamil atau setelah melahirkan. Akibat lesi pada komponen nervus ischiadicus, berbagai pola gangguan somestesia dapat ditemukan sesuai dengan kawasan sensorik saraf tepi yang merupakan cabang terakhir dari nervus ischiadicus. Nervus ischiadicus dapat mengalami kerusakan karena serabut sensorik dari S1 sampai S3 terganggu. Nyeri dan paraesthesia / hipesthesia terasa di kawasan nervus kutaneus femoris posterior dan dari nervus ischiadicus. 7 Nervus peroneus sering terganggu karena letaknya dekat tepi dan tulang fibula. Pada lesi di pangkal nervus ischiadicus pun otot dan kulit yang dipersarafi nervus peroneus akan terganggu. Karena nervus tibialis merupakan cabang tepi nervus ischiadicus, maka pada lesi di nervus ischiadicus gangguan somestesia ditemukan juga di kawasan nervus tibialis. Dalam perjalanannya ke tepi ia bercabang dua yang masing-masing dinamakan nervus tibialis anterior dan posterior. Kondisi ischialgia menyebabkan pasien kesulitan untuk melakukan gerakan jongkok, membungkuk, maupun timpuh (duduk diatas kedua kaki) akibat gangguan tonus otot. Tonus otot diatur oleh sel-sel khusus yang disebut spindle otot yang berada di jaringan otot. Dari spindle ini keluar saraf-saraf sensori aferen yang menuju medulla spinalis dan berakhir di kornu motoris. Daro kornu motoris berjalan saraf eferen kembali ke spindle otot. Rusaknya arkus refleks akan menyebabkan otot menjadi lemas atau flaksid. Aktivitas refleks tonus ini dihambat oleh saraf yang berjalan di dalam traktus piramidalis. Bila traktus piramidalis mengalami kerusakan, hambatan ini berkurang sehingga tonus meninggi dan terjadilah kekakuan otot. Pada otot tungkai, otot-otot ekstensor lebih kuat daripada otot fleksor. Pada kelumpuhan sentral maka otot terfiksasi dalam sikap ekstensi pada sendi lutut. Pada tungkai bawah, otot fleksor lebih kuat daripada otot ekstensor, sehingga pada gangguan traktus piramidalis , kaki tertekuk kearah telapak kaki. Dengan adanya semua gejala ini akan menyebabkan cara berdiri dan cara jalan yang khas pada penderita ischialgia. 8 Dengan mekanisme pathologi yang sama, gejala untuk ischialgia terjadi juga pada low back pain, hanya ada beberapa gejala tambahan yang terkonsentrasi pada pinggang bawah. Gejala tersebut adalah rasa kaku, nyeri, dan gangguan gerak pada daerah panggul. Hal ini disebabkan karena sumber nyeri pada low back pain terjadi lebih tinggi yaitu di segmen lumbal IV, V, dan Sakral I. adsense 336x280

0 Response to "PENYUSUNAN STANDARD DIAGNOSIS DAN TERAPI FISIK UNTUK ISCHIALGIA DAN LOW BACK PAIN"

Posting Komentar